Jumat, 27 Juni 2014

Just smile and Still believe

Selamat malam ..

Beberapa hari ini saya sedang merasa tidak enak hati. Melow, nyesek, atau semacamnya. Entah, mungkin karena hormonal, mungkin juga karena sedang dalam proses pendewasaan. Rasanya campuran dari keduanya deh.

Well, sebelum pindah ke kota ini, saya sudah punya plan list. Saya sudah punya daftar rencana apapun yang bakal dilakuin setelah pindahan. Saya pindahan tengah April, dan plan pertama saya sampai bulan Mei adalah beradaptasi mencakup : ngapalin jalan, cari tahu klinik2 kecil dekat rumah, cari info rumah sakit mana yang sedang butuh dokter, berkunjung ke rumah2 sodara sekitar sini yang bisa kasih info tentang jalan dan tempat pelayanan kesehatan untuk kerja saya nanti, juga tempat kuliner yang enak dan murah meriah.

Rencana berikutnya di bulan Mei ke Juni, saya pengen mulai jaga2 klinik, gantikan teman secara insidentil, atau ikut pelatihan2 sekaligus supaya bisa memperoleh sertifikat pelatihan untuk bekal kompetensi saya kalo sudah bekerja di rumah sakit nanti. Bulan Juni ke Juli saya berencana tepati janji kepada rekan sejawat yang kebetulan akan partus di bulan Juli sekitar satu bulan. Dan setelah bulan Juli saya mulai merintis bekerja di rumah sakit.

Plan yang sangat indah, tertata rapi, dan predictable.

Tapi? Kadang manusia boleh berencana, Allah-lah yang menentukan. Semua berjalan BELUM sesuai rencana, BELUM sesuai ekspektasi, dan saya ternyata masih kesulitan mengendalikan diri supaya sabar, ikhlas, dan menikmati apa yang menjadi rejeki saya.

Pelatihan ACLS yg saya kira akan diselenggarakan akhir Mei, ternyata mundur jadi Agustus. Itu karena terkait dengan ketersediaan waktu yg ada oleh tim PERKI-nya untuk mengadakan pelatihan di Purwokerto (kampus saya dulu). Ada sih akhir Juni, tapi kalo ACLS di bulan puasa, agak kurang tepat waktunya, bisa kurang konsentrasi dan kurang bertenaga karena hipoglikemia nantinya, hehe. Akhirnya keputusan jadi mundur ke Agustus, itupun cari tanggal yang jauh dari suasana lebaran supaya kami gak kesulitan cari tiket kereta. Bisa saja saya ikut pelatihan yang di Bendungan Hilir Jakarta karena hampir setiap minggu diselenggarakan disana, tapi sebagai koordinator ya kita harus belajar bertanggungjawab, apa yang sudah dimulai, selesaikan dengan baik. Mungkin rejekinya memang di bulan Agustus. Saya masih dikasih kesempatan untuk baca2 dulu sekarang :)

Karena kegiatan beres2 rumah setelah pindahan sudah mulai berkurang (sudah mulai tertata), saya mulai memasukan berkas2 aplikasi mendaftar kerja di beberapa klinik dan rumahsakit. Dan, ada beberapa klinik dan rumahsakit yang memanggil saya untuk interview. Rata2 dari mereka membutuhkan dokter untuk saat itu juga, sementara saya masih punya janji untuk menggantikan rekan sejawat saya. Jadilah, saya menanyakan kira2 tanggal berapa tepatnya harus menggantikan beliau, supaya saya bisa menjawab pertanyaan dari pihak klinik dan rumahsakit mengenai keluangan waktu saya untuk dapat bekerjasama dengan mereka. Tapi, yang namanya partus ya sulit diprediksi waktunya, sehingga beliau belum bisa menentukan tanggal berapa sampai berapa saya bisa menggantikan. Hiks..

Saya berpikiran tidak ingin mengecewakan keduanya. Saya juga tdk ingin terlalu lama diam di dalam rumah yang sudah tertata rapi. Saya bener2 gak enak diam di rumah terus sementara suami saya sibuk bekerja di luar sana (meskipun gak wajib bagi istri bekerja). Tapi, dulu saya sudah sekolah dokter, sayang kalo ilmunya gak segera dipake lagi, ini berasa sudah mulai tumpul dan harus dilatih lagi sedikit2.Dan, saya juga gak enak kalo ada yang nanya, 'sekarang kerja dimana? kok masih nyantai aja sih?' hiks .. Sebenernya saya masih menikmati banget jadi ibu rumah tangga yang bener2 fokus ngurusin suami, suami juga gak protes kalo saya masih di rumah saja. Tapi yaa, mungkin saya tetap perlu mencoba menyibukkan diri lagi, belajar lagi, mengamalkan ilmu lagi, update lagi..

Saya mencoba menghubungi rekan sejawat saya menanyakan dengan baik2, 'kalo SEANDAINYA saya cari kerja, dan diinterview, dan dinyatakan diterima, lalu diminta bekerja bersama mereka, apakah kakak punya cadangan untuk menggantikan? kalo tidak punya, saya akan bantu mencarikan'. Dan beliau jawab 'tidak punya, tolong bantu carikan ya'. 

Selama seminggu saya gencar mencari ganti, tidak ada yang bisa. Selama seminggu itu juga rasanya ada beban, sebaiknya menepati janji. Selama seminggu itupun ada panggilan beberapa interview di klinik dan rumahsakit. Refleks, saya meminta diberi waktu setelah bulan Juli agar bisa menepati janji (dan otomatis bisa mudik lebaran, hehe). Tapi mereka memang sangat membutuhkan dokter saat itu juga. Jadi yaa, belum rejeki mungkin, saya batal bekerja dengan mereka semua. Kemudian saya kabari rekan sejawat saya bahwa saya saja yang tetap gantikan beliau. Tapi ternyata beliau sudah mencari ganti karena menganggap saya membatalkan mendadak. Hiks. Gak mbatalin kok. Miskom ini. Tapi ya sudah, mungkin memang belum rejeki lagi. :)

Akhirnya saya mencoba cari kerja lagi. Minggu lalu saya sudah dipanggil interview. Saya sudah menyatakan bersedia bergabung dan dijanjikan akan dihubungi lagi untuk bertemu dengan ownernya. Sampai hari ini saya belum dapat kabar apakah saya memang masuk dalam list untuk bergabung, ataukah tidak. dan kapan saya bisa bergabung juga belum diinfokan.

Rasanya sedih. Ya Allah, ternyata semua tidak sesuai dengan rencana, beri saya sabar, dan ketenangan untuk menikmati perjalanan ini. Alhamdulillah, suami selalu mensupport supaya melewati semua ini dengan senyum. Thankyou, pi .. *suiitt suitt


And now I realize. Bahwa terkadang hal yang kurang nyaman dihadirkan kepada kita supaya kita lebih bersabar, lebih bersyukur, dan banyak2 istighfar. Allah ingin menyadarkan kita agar kita bisa lebih baik.

Bersabar. Karena mungkin yang sekarang belum tentu lebih baik dari yang datang besok. Akan tiba waktunya kita di masa yang tepat, dan sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Mungkin sekarang kita sedang diberi kesempatan untuk menyibukan diri dengan hal yang lain. Misalnya belajar dulu, supaya waktu kerja besok sudah tdk keteteran menghafalkan nama2 obat baru, atau tidak panik saat menghadapi kasus2 minor di IGD. Mungkin juga kita sedang diberi kesempatan untuk fokus sepenuh hati mengurus suami, berkenalan lebih dekat, tahu karakter satu sama lain. Kalo sudah sama2 sibuk kan mungkin gak seluang sekarang waktunya, mungkin lho, moga2 sih gak, hehe. Mungkin sekarang kita sedang diberi kesempatan untuk belajar hal lain yang menunjang kita supaya nantinya bisa menjadi ibu yang baik. Belajar masak, baca buku tentang parenting, bikin blog, nyebarin info kesehatan untuk orang lain. Yang jelas, kalo kita menggunakan waktu dengan kegiatan bermanfaat, insyaallah apa yang kita dapat sebanding kok dengan kalo kita bekerja, meskipun upah yang diterima bukan uang, tapi paling tidak upah yang kita terima adalah : ilmu kita jadi nambah, kita jadi lebih kreatif, kita jadi banyak interaksi dengan orang, kita bisa tetep terima konsultasi dengan orang, dan sebagainya. Berpikir positif-lah .. :)

Bersyukur. Karena mungkin ada orang yang lebih kesulitan di luar sana dibandingkan kita. Simpel saja, kita masih bisa bernapas lega, berbicara jelas, melihat jernih, berdiri dan berjalan dengan kaki kita sendiri. Kita sehat. Ada yang kesulitan dan hidup dalam segala keterbatasan, dan mereka tetap semangat, bahkan bermanfaat untuk orang lain. Kenapa kita tidak? Kenapa masih mengeluh? Kita juga masih punya orangtua, suami, saudara, teman2 yang luar biasa, yang peduli dan sayang. Ada orang-orang yang tinggal sendirian dan tidak ada tempat untuk berkeluh kesah, sharing tentang sekelumit kesulitan yang sedang dihadapinya. Sementara kita? Ada yang mau mendengarkan, memberi support, mengajak tertawa lagi, dan mengatakan 'all is well, don't worry'. Ya Allah, ampuni hamba yang masih belum bersyukur. Terimakasih atas segala nikmatMu.

Banyak istighfar. Minta ampun. Banyak kesalahan yang tidak kita sadari yang membuat Allah ingin menyadarkan kita. Mungkin ada cara kita yang membuat Allah marah. Ada cara kita kurang tepat, kurang sesuai, dan kurang berkenan di hati orang lain. Mungkin kita masih mengecewakan dan jauh dari harapan, yang sebenarnya kita bisa lebih baik dari itu. Kita harus jatuh dulu supaya bisa bangkit lagi. kita harus mengalami masa buruk dulu supaya tidak terulang lagi masa2 itu, dan membuat masa menjadi lebih baik. Minta ampun, mintalah kepada Allah untuk dibimbing agar lebih baik, agar lebih bijak, lebih tenang, lebih dewasa, lebih dekat denganNya, agar sesuai dengan ajaranNya, dan agar selalu dalam berkah dan ridhoNya, sehingga perjalanan kita kembali dimudahkan dan ditunjukkan jalan yang terang. 

Insyallah, semua akan indah pada waktunya jika kita percaya. Jika kita senantiasa bersabar, bersyukur, dan banyak2 istighfar. Insyaallah ..

So, semangat ya teman2, semangat Manda, semangat semua. Just smile, and still believe. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar